Masih ingat dengan sosok Hercules? Preman legendaris Tanah Abang itu dulu namanya sempat menggegerkan publik. Namanya begitu disegani di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Hercules pernah dibacok hingga 16 kali namun masih hidup. Lebih parahnya lagi, kepalanya pernah tertembak peluru. Namun, lagi lagi Hercules selamat dan masih hidup hingga sekarang.

Sebagai seorang preman, Hercules berkali kali berurusan dengan polisi. Dulu dia kerap terlibat kasus penyerangan, pemerasan, pencurian, hingga melawan petugas. Alhasil, pria bernama asli Rozario Marshal ini telah langganan keluar masuk penjara.

Kasus terakhir Hercules Rosario Marshal yakni divonis 8 bulan penjara dalam kasus penyerobotan lahan tanpa izin. Sejak April 2021 lalu, Hercules telah bebas dan menata hidupnya menjadi lebih baik. Bahkan kini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengangkat Rosario de Marshall alias Hercules menjadi tenaga ahli Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya.

Informasi terkait pengangkatan eks preman Tanah Abang ini dibenarkan oleh tokoh Badan Musyawarah (Bamus) Betawi Eki Pitung yang juga diangkat menjadi tenaga ahli di BUMD milik Pemprov DKI itu. Hercules kini lebih banyak melakukan kegiatan sosial selepas dari tahanan. Selain berbisnis dan menjalankan kegiatan sosial, Hercules kini menjabat ketua umum organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB).

Beberapa waktu lalu pria bernama lengkap Hercules Rozario Marshal ini menghadiri kegiatan sosial di Kuningan sekaligus penobatan Ketua DPC GRIB se Jawa Barat di Aula Sanggariang, Kuningan. Saat melangsungkan aksi sosial, Hercules bareng Bupati Kuningan H Acep Purnama dan Dede Ismail yang juga Anggota DPRD Kuningan memberikan santunan terhadap anak yatim dan kaum dhuafa warga sekitar. "Pemberian santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa, ada 400 orang dan itu sudah menjadi agenda kami. Dirumah pun setiap hari Jum'at itu banyak anak yatim saya kasih makan," kata Hercules saat menyampaikan kepada wartawan di sela kegiatan tadi.

Mengenai kegiatan Ormas, kata Hercules mengaku dalam beberapa waktu terakhir kerap turun gunung untuk memberi arahan terhadap anggota ormasnya. "Ya akhir akhir ini saya sering turun gunung untuk memberikan semangat untuk beraktivitas bagi anggota atau kader. Seperti belum lama, di Indramayu kemarin melakukan pengawalan di Pilkada hingga Ibu Nina anak Pak Da'i Bachtiar dilantik menjadi Bupati Indramayu terpilih," katanya. Pengalaman di daerah Indramayu, kata dia mengklaim bahwa sesungguhnya ormas GRIB itu harus bisa bermitra dan kerjasama dengan pemerintah TNI dan Polri.

"Ormas kita dilarang melakukan pemerasan. Tidak boleh demo dengan bayar tertentu dan kita harus kerjasama dengan pemerintahan, baik TNI Polri," katanya. Diketahui dalam kegiatan tadi, ada sebanyak 17 DPC GRIB se Jawa Barat mendapat rekomendasi untuk bisa menjadi pemimpin di daerah masing masing. "Ya kita hadir disini sekaligus silaturahmi dan kehadiran itu hanya perwakilan dari DPC GRIB dari daerah Se Jawa Barat," katanya.

Mengenal Hercules lebih dekat Habib di sejumlah daerah terutama dengan tokoh agama, Hercules menjawab sangat berterimakasih atas pertemuan dengan Habib Lutfi bin Yahya dan tokoh agama lainnya. "Ya bisanya kami lebih akrab. Karena saya dianggap anak dan sekaligus adik dari pada tokoh agama tersebut. Sebab, kata yang keluar dari beliau itu bahwa saya masih terlihat baik dan berbeda dengan penilaian yang lain," kata Hercules seraya mengaku pernah di tembak belasan kali tapi tidak mati mati. "Ya saya itu berapa kali ditembak dan keroyokan ratusan massa namun Allah belum berkehendak untuk berikan kematian bagi saya dan saya masih hidup," ujarnya.

Sebelum hidup di Jakarta, Hercules tinggal di Timor Timur. Di sana, ia banyak bekerja sebagai tenaga bantuan untuk operasi militer TNI. Ia terbang ke Jakarta untuk menyembuhkan luka di tangan.

Saat itu Hercules dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Tangan yang terluka tersebut ternyata harus diamputasi. Merasa tidak tahan dirawat di RSPAD, Hercules akhirnya kabur dan hidup menjadi gelandangan di Tanah Abang.

"Saya mau mandiri. Tiba di Tanah Abang, saya tinggal di kolong jembatan," kata Hercules dikutip dari buku Kick Andy Kumpulan Kisah Inspiratif. Kehidupan preman pun dimulai. Hercules awalnya tidak disegani dan sering dilawan oleh preman lain. Karena hal itulah ia selalu membawa golok panjang.

"Daripada dibunuh, lebih baik saya bunuh duluan," kata Hercules. "Bahkan waktu itu, setiap malam saya tidur dengan golok selalu siap di tangan. Kondisi waktu itu sangat rawan. Lengah sedikit, lawan akan menyerang," lanjutnya. Kini menjadi pebisnis sukses

Hercules yang pernah divonis 8 bulan penjara dalam kasus penyerobotan lahan mencoba untuk menata hidupnya sekeluar dari penjara. Di antara bisnis yang ia jalani adalah bisnis perikanan di Muara Baru, Jakarta Utara. Hercules kini telah berubah menjadi lebih baik dan makin disegani oleh banyak orang.