Pemerintah merilis data penambahan kasus baru Covid 19 di Indonesia sebanyak 254 kasus, Senin (9/5/2022). Saat ini, tambahan kasus virus Corona mengalami kenaikan dibandingkan pada Minggu (8/5/2022) kemarin, yakni 227 kasus. Kasus baru hari ini bertambah sebanyak 27 orang dari hari Minggu, kemarin.

Kini, total kasus infeksi Covid 19 di Indonesia sebanyak 6.048.685 kasus. Sementara itu, kasus sembuh dari Covid 19 bertambah 353 dan jumlahnya mencapai 5.886.211 orang. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid 19, Senin (9/5/2022), untuk kasus kematian harian tercatat bertambah 15 jiwa.

Jadi, total kasus kematian akibat Covid 19 di Indonesia sebanyak 156.396 jiwa. Adapun untuk total kasus aktif di Indonesia sebanyak 6.078 orang. Mengutip situs resmi , total warga yang sudah vaksinasi dosis pertama sebanyak 199.334.740 orang.

Kemudian, sebanyak 165.656.103 dosis kedua telah disuntikkan ke masyarakat. Untuk vaksinasi Covid 19 dosis ketiga, kini sudah disuntikkan ke 41.028.913 orang. Diberitakan , Ketua Satgas Covid 19 IDI, Prof Zubairi Djoerban menilai kondisi kasus Covid 19 di Indonesia setelah libur Lebaran 2022 aman.

Diketahui, Lebaran tahun ini pemerintah sudah memperbolehkan masyarakat untuk mudik ke kampung halaman masing masing. Sehingga, menyebabkan adanya mobilisasi masyarakat yang cukup besar. Zubari menyebut, berdasarkan agregat mingguan, kasus Covid 19 tidak mengalami kenaikan yang signifikan, baik secara harian maupun mingguan.

"Kalau kita lihat dari agregat mingguan dan itu lebih bisa dipegang, itu tidak terjadi kenaikan yang signifikan. Baik harian maupun mingguan tidak terjadi kenaikan jumlah yang mencolok atau bermakna," kata Zubari dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV. Adapun untuk positivity rate di Jakarta masih berkisar di angka 1,9 hingga 2,3 persen. Meskipun, terlihat mengalami kenaikan, tapi angkanya masih dibawah 3 persen, sehingga risiko penularannya masih terbilang rendah.

"Kalau kita lihat kemudian dari positivity rate , kebetulan saya selalu mencantumkan positivity rate khususnya yang Jakarta ini, empat hari yang lalu itu 1,9 persen. Kemudian naik menjadi 2 persen di hari berikutnya. Dan sehari terakhir ini naik 2,3 persen." "Ini seolah olah memang angkanya naik, namun karena dibawah 3 persen, jadi risiko penularan masih amat rendah. Jadi paling tidak masih aman atau relatif aman, tidak terjadi kenaikan yang bermakna," ucap Zubari. Lebih lanjut, Zubari mengatakan, sebenarnya penilaian kasus Covid 19 dari dampak Lebaran maupun pariwisata yang melonjak ini baru bisa dilihat 2 3 bulan lagi.

Jika dalam 2 3 bulan ke depan kasus Covid 19 di Indonesia tidak mengalami kenaikan kasus yang signifikan, maka kondisi Indonesia sudah aman. "Jadi penilaian dari dampak lebaran maupun pariwisata yang melonjak itu kita baru bisa lihat 2 3 bulan lagi. Skenarionya bisa tidak terjadi kenaikan, atau ada kenaikan sedikit yang tidak signifikan." "Dan berarti bulan bulan berikutnya Insyaallah tahun berikutnya aman sekali untuk Indonesia. Kalau 2 3 bulan lagi tidak terjadi kenaikan yang signifikan," ungkap Zubari.